Memimpin Pasar, Honda Brio Tetap Terlaris Selama Januari-Februari 2019
March 29, 2019

Rencana Brio rakitan Indonesia untuk diekspor akhirnya diamini oleh Honda Prospect Motor (HPM). Dikatakan, mereka siap mengirim city car andalan itu ke sejumlah negara di Asia Tenggara. Dua negara tujuan awal, Vietnam dan Filipina. Brio diterbangkan ke sana mulai akhir Maret atau April 2019.

“Akhir Maret ini kami undang media ke pabrik, untuk merayakan ulang tahun HPM ke-20 sekaligus acara ekspor perdana kami,” ungkap Jonfis saat ditemui di sela acara Brio Break The Limit, di Sentul, Bogor. Menurut Jonfis, Honda Brio diekspor secara utuh atau Completely Built-up (CBU). Soal jumlahnya, diinformasikan pada seremoni akhir bulan ini.

Ekspor unit utuh ke Filipina dan Vietnam merupakan perdana, sedang ekspor untuk komponen juga tetap dijalankan. Jonfis menjelaskan, Honda Brio generasi dua, memang awalnya dikembangkan untuk pasar lokal. Meski begitu, diklaim kualitasnya bertaraf internasional sehingga siap untuk diekspor. “Karena awalnya memang dikembangkan hanya untuk Indonesia saja. Tetapi ada permintaan sehingga kami putuskan untuk ekspor unit juga,” kata Jonfis.

Terkait kualitas disamakan dengan produksi lokal. Namun penyesuaian tetap dilakukan, seperti posisi kemudi sebelah kiri untuk pasar Filipina dan sejumlah poin yang menyesuaikan dengan peraturan jalan di negara tujuan ekspor. Sedang dari spesifikasi dan fitur, diungkap tak terlalu berbeda jauh dengan pasar lokal. Termasuk mesin dan fitur safety, yang memang jadi salah satu poin unggul Brio generasi kedua.

Meski begitu, tak ada pembeda spesifikasi rendah Satya, cuma ada Brio RS. “Nama tetap Brio dan ada RS tanpa Satya, tapi ada penyesuaian, cuma Honda R&D yang tahu, kan menyesuaikan negara tujuan. Kalau fitur nanti mereka akan pilih. Tapi basisnya mirip,” ucap Jonfis.

Berbicara spesifikasi, Brio menggendong mesin 4-silinder 1,2 liter i-VTEC bertenaga 90 PS dan torsi 110 Nm. Transmisi CVT bertanggung jawab menyalurkan daya ke penggerak roda depan. Honda pernah mengklaim mesin yang ada di Indonesia rata-rata sudah mendukung standar emisi EURO 4. Selain itu, kombinasi mesin Brio dengan transmisi CVT cenderung irit konsumsi bahan bakar.

Pada Brio RS CVT, sebagai yang tertinggi, sudah dilengkapi layar sentuh infotainment dengan banyak konektivitas. Dari fitur saefty ada dua kantong udara di depan, rem dengan ABS dan EBD, Immobilizer serta sensor parkir. Ketimbang yang lama, Brio sekarang punya kabin lebih lapang. Paling signifikan terasa di baris kedua dan bagasi.